Sabtu, 18 Oktober 2014

DEFINISI KEWIRAUSAHAAN DAN WIRAUSAHAWAN

Kewirausahaan adalah suatu perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. kewirausahaan adalah kemampuan mengambil faktor-faktor produksi-lahan kerja, tenaga kerja dan modal-menggunakannya untuk memproduksi barang atau jasa baru. Kewirausahaan berasal dari bahasa perancis yaitu entrepreneurship diterjemahkan secara harfiah adalah perantara, diartikan sebagai sikap dan perilaku mandiri yang mampu memadukan unsur cipta dan karya atau mampu menggabungkan unsur kreativitas, tantangan, kerja keras dan kepuasan untuk mencapai prestasi maksimal . wirausaha adalah seseorang yang pandai serta berbakat mengenali, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi, mengatur permodalan operasinya serta memasarkan produk baru. Seorang wirausahawan akan sukses jika didukung oleh perilaku-perilaku instrumental, orientasi, fleksibel, dan kerja keras. Instrumental adalah sudut pandang segala sesuatu di lingkungan sekitar sebagai alat untuk mencapai tujuan. Berorientasi pada pencapaian terus berusaha meningkatkan hasil, tidak berhenti dengan apa yang telah dicapai. Fleksibel dalam menyesuaikan diri dengan berbagai kalangan, pandai mengontrol emosi saat hadapi situasi-situasi yang tidak menyenangkan. Kerja keras maksimal tanpa kenal lelah, apalagi menyerah, mengerahkan sekuat tenaga, pikiran dan waktu untuk meraih sukses. KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN Wirausahawan muda dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa industri akhir abad 18 dengan kunci tujuan berinovasi dan mengembangkan kreativitas sebagai alat pertumbuhan organisasi-organisasi. Diawali dengan penemuaan baru seperti penemuan mesin uap oleh James Watt, mesin pemintal benang oleh Richard Arkwright. Karakteristik wirausahaan menurut McClelland : a. Keinginan untuk berprestasi b. Keinginan untuk bertanggung jawab c. Preferensi kepada resiko-resiko menengah d. Persepsi kepada kemungkinan berhasil e. Rangsangan oleh umpan balik f. Aktivitas energik g. Orientasi ke masa depan h. Keterampilan dalam pengorganisasian i. Sikap terhadap uang Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi. Berikut ini karekteristik wirausahawan: 1. Kemampuan inovatif Seorang wirausahawan dituntun harus memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Gagasan baru tidak terbatasi oleh ruang dan bentuk, justru seringkali ide ide muncul dapat memberikan terobosan baru yang kelihatannya mustahil. 2. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity) Karakteristik ini berkaitan dengan proses inovatif, sehingga orang-orang kreatif mempunyai kemampuan dapat merubah sesuatu yang tidak terstruktur menjadi struktur. 3. Keinginan untuk berprestasi (n Ach) Dalam kewirausahaan harus mempunyai keyakinan untuk meraih impiannya agar mencapai prestasi yang diinginkan sehingga para wirausahaan memiliki sikap tidak mudah menyerah. 4. Kemampuan perencanaan realistis Kemampuan untuk dapat mengembangkan usahanya dengan matang sehingga dapat memberikan ketertarikkan dan kepuasaan kepada pelanggan. 5. Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan Fokus terhadap tujuan utama organisasi sehingga pemimpin harus memberikan motivasi untuk mengarahkan tenaga kerja dan rekan kerjanya kerarah tujuan yang ingin dicapai. KEBUTUHAN DASAR MENINGKATKAN KEWIRAUSAHAAN Orang yang ingin memulai usaha baru hendaknya memperhitungkan kebutuhan, dorongan, dan aspirasi sebelum mengambil langkah-langkah penting. Kebutuhan disini meliputi sesuatu yang akan membantu individu memutuskan apakah kepribadian mereka sesuai dengan peranan kewirausahaan. menurut McClelland 3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi yaitu kebutuhan untuk berprestasi (n Ach) contoh menghasilkan produk yang berkualitas dan berlabel Top brand, kebutuhan berafiliasi atau kerja sama antar kewirausahaan (n Afill) contoh afiliasi terhadap ramah lingkungan dengan produk yang dihasilkan, dan kebutuhan untuk berkuasa (n Pow) contoh memiliki nilai penjualan tertinggi ditingkat nasional maupun internasional. SUMBER GAGASAN Sebagai seorang wirausahawan dituntun untuk harus memiliki daya kreatifitas yang tinggi. Daya kreatifitas tersebut berlandaskan oleh cara berpikir yang oriented masa depan, penuh gagasan agar dapat tercipta produk baru. Gagasan baru tidak terbatasi oleh ruang dan bentuk, justru seringkali ide-ide muncul dapat memberikan terobosan baru yang kelihatannya mustahil. Gagasan tersebut dapat tercipta dari barang-barang yang tidak dapat digunakan namun ditangan orang-orang kreatif dapat berubah fungsi dengan kemasan yang lebih menarik. Contohnya pemanfaatan limbah pelastik sebagai bahan daur ulang kemasan botol air mineral. UNSUR-UNSUR ANALISA PULANG Beberapa unsur dasar analisa pulang pokok digunakan untuk menentukan kewirausahaan dalam bidang produksi. Berikut ini unsure-unsur tersebut : a. Biaya tetap merupakan biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran perubahan volume kegiatan tertentu.Besar kecilnya biaya tetap dipengaruhi oleh kondisi perusaha an jangka panjang, teknologi dan metode serta strategi manajemen. b. Biaya variabel: biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan c. Biaya total: keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi dalam proses input otput. d. Pendapatan total e. Keuntungan f. Kerugian g. Titik pulang pokok SISTEM KEPEMILIKAN Beberapa bentuk kepemilikan dalam perusahaan memiliki berbagai jenis yang berbeda. Kepemilikan termaksud hal yang penting dalam aspek kewirausahaan. Berikut ini jenis kepemilikan : a. Perseorangan merupakan jenis pemilikan tunggal atau pemilik usaha pribadi. Keuntungannya tidak perlu membagi laba karna sebagian besar keuntungan penjualan dapat dinikmati sendiri. Kerugiannya tidak memiliki badan hukum, modal yang tersedia terbatas. b. Kongsi merupakan kepemilikan usaha yang dibentuk biaya perusahaan oleh harta pribadi pemilik. Keuntungannya mudah dalam persediaan modal, memiliki relasi luas terhadap manajemen, laba kerugian ditanggung bersama. Kerugiannya perusahaan memiliki batas kekayaan, mengandalkan system kepercayaan terhadap pemilik yang lain, tidak memiliki badan hukum. c. Perusahaan perseroan merupakan jenis kepemilikan dengan saham sebagai bukti pemilik perusahaan, dan perseroan merupakan jenis badan usaha yang dimiliki oleh saham terbesar milik negara contohnya PT. Kereta Api Indonesia. Keuntungannya perusahaan memiliki badan perlindungan yang kuat saat berhadapan dimuka hukum, kekayaan perusahaan tidak dibatasi, perusahaan terstruktur mulai dari pekerjaan, biaya, produk, dan keuntungan dibagi-bagi sesuai kepemilikan saham, perusahaan relative lebih stabil dan permanen. Kekurangannya kepemilikan tidak boleh dari pasar saham orang asing, butuh kebijakan dari pemerintah sehingga lambatnya proses keputusan, pemegang saham lebih besar dimiliki negara. LANGKAH-LANGKAH PEMILIHAN SUMBER DAYA MANUSIA Dalam kewirausahaan terdapat sumber daya manusia yang bekerja didalamnya, untuk mendapatkan sumber daya yang dapat bekerja dengan kinerja baik maka dilakukan proses langkah-langkah dalam penyediaan sumber daya. Langkah pertama adalah melakukan perekrutan, fungsinya sebagai penyaringan awal dari sumber daya yang tersedia dengan tujuan memperkecil dari jumlah sumber daya yang relative banyak. Langkah kedua adalah melakukan seleksi, hal ini sangat bergantung dengan perekrutan tenaga kerja karena hasil dari perekrutan akan dipilih individu yang dapat disewa untuk melakukan pekerjaan tersebut. Langkah ketiga adalah melakukan testing, hal ini dilakukan untuk mengetahui kualitas dari sumber daya yang akan dipilih. Terdapat 3 jenis test yang sering digunakan dalam perekrutan yaitu test kepribadian yang berfungsi untuk mengetahui sifat dan prilakukan sumber daya apakah sesuai dengan peraturan dan etika dalam perusahaan, test keahlian bakat fungsinya agar kita dapat mengetahui keahlian khusus apa yang dimiliki oleh sumber daya sehingga dapat disesuaikan dengan pekerjaan yang akan diisi, test kesehataan untuk mengetahui kemampuan fisik sumber daya dalam melakukan pekerjaan dan potensi penyakit yang dimiliki sumber daya. Tujuan dari test adalah untuk mempermudah mengetahui kualitas sumber daya sesuai dengan tujuan kewirausahaan yang dibangun. Langkah keempat adalah melakukan pelatihan, merupakan proses pengembangan kualitas yang dimiliki sumber daya dengan tujuan dapat bekerja secara produktif serta dapat menyumbang peran dalam memenuhi tujuan perusahaan. Sumber : http://ashur.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27036/kewirausahaan+sebelum+UTS.ppt http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kewirausahaa/bab9sumber_daya_manusia_bagi_organisasi_kewirausahaan.pdf

Rabu, 26 Maret 2014

Membuat Opini Berita Di Bulan Maret 2014



GUANGZHOU, KOMPAS.com - Kontroversi hilangnya pesawat Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur-Beijing membuat banyak turis China membatalkan kunjungan ke Malaysia.

Sebanyak 11 biro perjalanan China yang dihubungi kantor berita Reuters mengatakan, pemesanan paket wisata ke Malaysia turun tajam.

Operator wisata China juga mengatakan, banyak turis yang membatalkan liburan ke Malaysia setelah pesawat dengan nomor penerbangan MH370 tersebut hilang pada 8 Maret lalu.

"Biasanya setiap bulan kami menerima 30 hingga 40 turis yang berlibur ke Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sekarang tidak ada lagi yang menanyakan paket wisata ke sana," kata Chen, pegawai biro wisata Comfort Travel di Guangzhou.

"Wisatawan bahkan tak tertarik untuk sekadar mempertimbangkan pergi ke sana. Banyak yang punya kesan negatif terhadap negara itu sekarang," jelas Chen.

Penurunan minat berlibur ke Malaysia diyakini terkait dengan kemarahan banyak pihak di China, yang menganggap Pemerintah Malaysia tidak terbuka soal hilangnya MH370. Sebagian besar penumpang pesawat naas tersebut berasal dari China.

Pada hari Selasa, keluarga penumpang menggelar protes di depan kantor Kedutaan Besar Malaysia di Beijing, mendesak Malaysia memberikan penjelasan yang lebih lengkap dan terbuka tentang hilangnya MH370.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sudah mengumumkan bahwa MH370 jatuh di Samudra Hindia bagian selatan dan tak ada awak atau penumpang yang selamat.

Malaysia berharap bisa menarik 28 juta wisatawan tahun ini dalam upaya mendapatkan penerimaan 23 miliar dollar AS.

OPINI : mungkin karena  hilang nya pesawat MH370 membuat para wisatawan yang akan berlibur ke Malaysia dan sekitarnya dengan menggunakan pesawat MH370, serta juga kemarahan yang di lontarkan dari pihak cina kepada pemerintah Malaysia karena tidak terbuka soal hilanya pesawat MH370

Sumber : http://travel.kompas.com/read/2014/03/27/0400008/Kunjungan.Turis.China.ke.Malaysia.Turun.Tajam

Sabtu, 30 November 2013

Metode Statistika Nonparametik



Metode Statistika Nonparametrik

a.            Uji Tanda
Uji tanda digunakan untuk menguji hipotesis mengenai median populasi. Dalam banyak kasus prosedur nonparametrik, rataan digantikan oleh median sebagai parameter lokasi yang relevan untuk diuji.
Uji tanda juga mempunyai asumsi dimana asumsinya adalah distribusinya bersifat binomial. Binomial artinya mempunyai dua nilai. Nilai ini dilambangkan dengan tanda, yaitu positif dan negatif. Ini mengapa ia disebut uji tanda.
Uji tanda banyak digunakan karena uji ini paling mudah untuk dilakukan pengujiannya dan tidak memakan waktu yang lama. Pengerjaan pengujian ini terbilang cukup mudah. Apabila setiap nilai pengamatan memiliki nilai lebih besar dari nilai rataannya maka diganti dengan tanda (+). Sedangkan, apabila setiap nilai pengamatan memiliki nilai kurang dari nilai rataannya maka diganti dengan tanda (-). Dan, apabila nilai pengamatannya sama dengan nilai rataannya maka nilai pengamatan tersebut harus dibuang.
Pengujian uji tanda yang pertama dilakukan adalah menentukan hipotesis nolnya beserta dengan hipotesis tandingannya. Tentukan pula taraf nyatanya beserta nilai proporsi peubah binomial X-nya. Kemudian melakukan penghitungan  Z hitung (apabila jumlah sampel lebih dari 30) dengan nilai n merupakan jumlah data pengamatan setelah dibandingkan dengan nilai rataannya dan nilai x adalah jumlah data pengamatan dengan tanda (+). Dengan begitu nilai Z akan didapat dan nilai P (proporsi)nya dapat ditentukan. Keputusan H0 akan ditolak apabila nilai P yang didapat lebih kecil atau sama dengan nilai taraf nyatanya.

b.            Uji Rang-Tanda
Uji Rang-Tanda dicetuskan oleh Frank Wilcoxon pada tahun 1945 dan saat ini disebut sebagai uji rang-tanda Wilcoxon. Uji ini memanfaatkan baik tanda maupun besarnya selisih. Uji rang-tanda Wilcoxon digunakan untuk kasus dua sampel yang dependen bila skala ukur memungkinkan kita menentukan besar selisih yang terjadi, jadi bukan sekedar hasil pengamatan yang berbeda saja. Uji rang-tanda Wilcoxon cocok digunakan bila kita dapat mengetahui besarnya selisih antara pasangan-pasangan harga pengamatan X1 dan Y1 berikut arah selisih yang bersangkutan. Apabila kita dapat menentukan besarnya setiap selisih, maka kita dapat menetapkan peringkat untuk masing-masing selisih itu. Melalui penyusunan peringkat selisih – selisih inilah uji Wilcoxon memanfaatkan informasi tambahan yang tersedia.
Asumsi :
·           Data untuk analisis terdiri atas n buah beda. D1 = Y1 – X1
·           Sampel X dan sampel Y adalah Variabel- variable acak kontinyu dan beda X1 - Y1,  X2 -Y2…dst bersifat kontinyu pula.
·           Hipotesis nol yang di uji menyatakan bahwa median perbedaan pasangan nilai pengamatan kedua sampel sama dengan nol.

Langkah – langkah uji rang-tanda Wilcoxon :
1.      Asumsikan bahwa populasi perbedaan pasangan nilai pengamatan kedua sampel adalah variable acak kontinyu.
2.     Hipotesis
Uji satu sisi :
a. Ho : W (+) = W (-)               Hi  : W (+) > W (-)
b. Ho : W (+) = W (-)               Hi  : W (+) < W (-)
Uji dua sisi :
Ho : W (+) = W (-)                Hi  : W (+) ≠ W (-)
W (+)  : Jumlah semua peringkat selisih pasangan pengamatan (Wi, Yi) yang bertanda positif.
W (-) :  Jumlah semua peringkat selisih pasangan pengamatan (Wi, Yi) yang bertanda negative.
3.     Untuk setiap pasangan nilai pengamatan (Xi, Yi), hitung perbedaannya (di = Xi – Yi).
4.     Berikan peringkat terhadap perbedaan nilai pasangan pengamatan, mulai dari peringkat 1 untuk perbedaan terkecil hingga peringkat n untuk perbedaan terbesar. Bila terdapat perbedaan nilai pasangan yang sama, perbedaan pasangan nilai yang sama di beri peringkat rata-ratanya . untuk beda nol, tidak diperhatikan.
5.     Bubuhkan tanda kepada peringkat yang sudah dibuat itu: positif atau negative sesuai dengan tanda perbedaan nilai pengamatan aslinya.
6.     Hitung banyaknya di yang bertanda positif (disebut W+) dan negative (disebut W_).
7.     Statistik uji peringkat bertanda Wilcoxon ialah W. M yang dipakai ialah W+ atau W_ yang nilainya lebih kecil :
8.     W+ = ∑ Ri (Semua peringkat positif) dan │W-│= │∑Ri│(Semua peringkat Negatif)
Hipotesa nol ditolak apabilai nilai W+, W-, atau W lebih kecil atau sama dengan nilai di tabel yang sesuai.
 
Sumber        :

http://estikoco.blogspot.com/2012/05/penggunaan-uji-statistik-non-parametrik.html

Jumat, 08 November 2013

Sampling Probabilitas dan Non-Probabilitas



Metode Sampling
Dalam perencanaan suatu penelitian,peneliti dihadapkan pada pilihan untuk mempelajari keseluruhan unsure populasi (manusia atau benda) atau mempelajari hanya sebagian unsure yang diambil dari bagian atau populasi yang lebih besar.
Sampling terdiri dari berbagai jenis. Dalam perencanaan sampling akan ditentukan bagaimana unsure diambil dari populasi yang lebih besar atau populasi induk dan berapa jumlah unsure yang akan diambil.
Sifat perencanaan sampling
Kebanyakan perencanaan sampling dapat dikategorikan menurut Probability dan Non-probability.

Sampling Probabilitas
            Perencanan yang menentukan probabilitas atau besarnya kemungkinan setiap unsure dijadikan sampel. Factor pengawasan yang mendasari semua perencanaan sampling probabilitas yang utama ialah sifat keacakan. Perencanaan sampling probabilitas yang biasa digunakan mencakup :
• Sampling acak sederhana (simple random sampling)
Pengambilan sampel dalam teknik random ini, peneliti ini memperkirakan sampel dalam populasi berkedudukan sama dari segi2 yang akan diteliti. Dengan cara mengambil acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Dengan syarat anggota populasi homogen.
Contoh:
Mahasiswa yang baru masuk Perguruan Tinggi Negeri, mereka sama2 tamatan SMA dan sama2 lulus ujian SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru).
Disini dapat dikatakan bahwa populasi mahasiswa baru tersebut homogen dari asal sekolah dan lulus ujian SPMB. Artinya kita mengambil beberapa saja diantara mereka untuk sampel penelitian, dan yang mana saja, karena kita telah beranggapan bahwa mereka mempunyai kedudukan yang sama dengan kriteria2 yang sama.
• Sampling acak distratifikasi secara proposional (proportioned stratified random sampling)
Jika penelitian kita memerlukan data bertingkat, berstrata atau bergelombang dan berlapis2. Yang mungkin berbentuk kelas,umur,daerah dan kedudukan, atau sejenis maka kita menggunakan sampel stratified dengan mengambil sampel pada strata2 tertentu sesuai dengan penelitian yang dilakukan.
Contoh:
Populasi penelitian seluruh Mahasiswa UNIMED, sampelnya bisa pada strata tingkat I, tingkat II,strata S1 dan seterusnya.
• Sampling acak distratifikasi secara tidak(kurang) proposional(disproportioned stratified random sampling)
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tapi kurang proposional.
Contoh:
Tingkah laku militer, mungkin hanya sedikit jumlah jenderal dalam sampenya sehingga peneliti memutuskan untuk menggunakan semua jenderal dalam sampelnya dan mengurangi proporsi jabatan lain untuk mendapatkan jumlah komposisi sampel. Dengan menggunakan tabel peneliti dapat menggunakan sampel acak pengelompokkan proposional. Dengan menggolongkan sesuai dengan jenis kejahatan. Tetapi ia melihat bahwa populasi yang berisi kasus pemerasan hanya 1%. Akibatnya, sampel berubah menjadi tidak proposional, apabila sampelnya di hasilkan 100, dengan menggunakan 10 kasus pemerasan.
Tabel. Distribusi kejahatan populasi dalam militer
Jenis kejahatan Frekuensi Persentase dalam [populasi
Perkosaan 50 5%
Pembongkaran 100 10%
Pencurian mobil 500 50%
Penyerangan 10 1%
Pencurian 140 14%
Perampokan 50 15%
Pembunuhan 50 5%
Jumlah N= 100 100%
• Sampling area atau gugus (area or cluster sampling)
Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Dalam penggunaan sampel cluster ini umumnya kesatuan2 yang diteliti, merupakan kelompok2 yang lebih besar.
Contoh:
Kelompok remaja putus sekolah, kelompok kelas, atau sekolah2 dan sebagainya.
Sampling Nonprobabilitas
Teknik pengambilan sampel tidak member peluang/kesempatan sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Tujuan umum dari perencanaan sampling probabilitas ialah memperoleh gambaran kasar dari sekumpulan unsure sampel.
Dalam sampel non probabilitas sukar untuk menentukan jumlah kesalahan sampling, sehingga peneliti tidak dapat menggeneralisasikan secara langsung beberapa temuannya dengan populasi yang lebih besar. Ini karena populasi yang ada sebagian besar tidak teridentifikasi dengan salah satu atau semua variasi sampling nonprobabilitas. Perencanaan sampling non probabilitas yang biasa digunakan mencakup:
• Sampling sistematik
Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Sampling sistematik biasanya digunakan dalam traffic survey atau marketing research.
Ada beberapa peneliti menganggap sampling sistematik bukan merupakan sampling acak, padahal sampling sistematik merupakan sampling acak karena pemilihan pertama (menggunakan random start) dilakukan secara acak. Beberapa peneliti menyebut sampling sistematik sebagai Quasi random sampling atau Pseudo random sampling.
Contoh:
Jika peneliti ingin mengetahui orang2 yang berobat kerumah sakit di sebuah desa, kita telah mengetahui syarat2 untuk berobat di rumah sakit, dengan mendaftar diri ke receptionist dan mendapatkan nomor antrian,sehingga mereka dapat berobat.
• Sampling kuota
Teknik untuk menentukan sampel secara bebas dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Penggunaan teknis kuota sampel ini perlu menetapkan strata populasi berdasarkan tanda2 yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap variable yang akan diselidikan.
Sedangkan penetapan kuota tergantung kepada kepentingan peneliti dapat berdasarkan factor social, factor ekonomi, factor geografis, atau factor politis.
Contoh:
Jika kita ingin meniliti orang2 yang berambut kribo disebuah kota, kita telah mengetahui ciri2nya yaitu rambutnya kribo dan kemudian kita menetapkan kuotanya sejumlah yang telah kita tentukan.
Penggunaan sampel kuota ini dalam penelitian ilmu social sering digunakan oleh para peneliti, karena dapat menentukan sampelnya dengan tidak terlalu ikat.
• Sampling aksidental
Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
Contoh:
Jika kita ingin meneliti orang2 yang telah berambut putih diseluruh kota, sampelnya kita cari disekeliling kota dan dimana dan kapan saja kita menemui orang2 yang berambut putih, kita ambil sebagai sampelnya, jadi semua sampel tersebut hanya secara kebetulan saja dan tak direncanakan.
Dalam suatu penelitian ilmiah biasanya cara sampel aksidental ini jarang digunakan, kecuali dalam penelitian2 tertentu yang mungkin dapat menggunakap sampel ini, hal itu tentu sesuai dengan tujuan penelitiannya. Dan bukan penelitian ilmiah.
• Sampling purposive
Teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. Misalnya pada penelitian tentang disiplin pegawai, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja.
Contoh:
Jika penel;iti ingin mengetahui perbedaan sikap antara pemuda2 dikota besar terhadap kenekalan remaja, dalam hal ini mestinya peneliti telah mengetahui lebih dulu ciri2 pemuda di perkotaan.
Berdasarkan ciri2 tersebut kemudian peneliti memilih daerah kelompok2 tertentu sebagai inti/kuncinya sebagai sampel,sedangkan kelompok dibagian lain kota dapat ditinggalkan.
• Sampling bola salju (snowball sampling)
Teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.
Contoh:
Jika peneliti ingin mengetahui penyebaran informasi medis diantara ahli medis, sampling snowball dapat digunakan untuk menentukan bagaimana seorang ahli medis akhirnya menggunakan obat2an dan peralatan tertentu. Metode tersebut dapat menggambarkan melalui kelompok ahli medis yang mana informasi tentang obat baru yang beredar.
Apakah ahli medis tersebut membacanya dalm suatu jurnal medis atau mendengarkannya pada suatu konferensi medis, dan kalau memang demikian, siapa yang dihubungi diantara teman2 ahli medisnya mengenai hal tersebut? Bagainmana informasi diantara ahli medis
menyebar dalam suatu masyarakat tertentu? Sampling snowball dapat menjawab pertanyaan diatas.
• Sampling saturasi
Sama sekali bukan sampling, karena metode tersebuit didefenisikan sebagai perolehan semua unsure sampel dalam suatu populasi tertentu yang mempunyai karakteristik yang diinginkan peneliti.
Contoh:
Jika kita ingin meneliti semua pemakai Honda Beat dalam sebuah komunitas kecil.
• Sampling dense
Sampling secara padat. Terletak diantara sampling acak sederhana dan sampling saturasi. Dengan menaikkan fraksi sampling menjadi satu setengah dan mengambil mayoritas responden yang memiliki sifat atau karakter yang diinginkan peneliti bisa dianggap sampling dense.
Contoh:
Apabila komunitas Honda Beat terdapat 500 orang di medan, peneliti hanya mengambil setengah dari 500 orang yang memiliki Honda Beat. 


sumber : http://fhienie.wordpress.com/2009/05/22/tekhnik-sampling-probabilitas-dan-non-probabilitas/